Customize Consent Preferences

We use cookies to help you navigate efficiently and perform certain functions. You will find detailed information about all cookies under each consent category below.

The cookies that are categorized as "Necessary" are stored on your browser as they are essential for enabling the basic functionalities of the site. ... 

Always Active

Necessary cookies are required to enable the basic features of this site, such as providing secure log-in or adjusting your consent preferences. These cookies do not store any personally identifiable data.

No cookies to display.

Functional cookies help perform certain functionalities like sharing the content of the website on social media platforms, collecting feedback, and other third-party features.

No cookies to display.

Analytical cookies are used to understand how visitors interact with the website. These cookies help provide information on metrics such as the number of visitors, bounce rate, traffic source, etc.

No cookies to display.

Performance cookies are used to understand and analyze the key performance indexes of the website which helps in delivering a better user experience for the visitors.

No cookies to display.

Advertisement cookies are used to provide visitors with customized advertisements based on the pages you visited previously and to analyze the effectiveness of the ad campaigns.

No cookies to display.

Semarang – Romario Dion, Pragati Wira Anggini dari Program Studi Bioteknologi bersama Moch Ali Utomo, Tia Erfianti, Dewi Ayu Maryatidan Mochamad Hadi dari Departemen Biologi mempublikasikan hasil penelitian mereka. Publikasi ini terbit pada NICHE Journal of Tropical biology pada tahun 2022 volume 4 nomor 2. Judul publikasinya yaitu Pemanfaatan Khamir Inulinolitik Indigenous Ampas Tebu (Bagasse) Sebagai Penghasil Biokatalis Inulinase Dalam Produksi Gula Rendah Kalori.

Gula  rendah  kalori  merupakan  pemanis  alternatif  dengan  kandungan  kalori  yang  rendah  bahkan  nolyang  dapat  menggunakan inulin  sebagai  bahan  bakunya. Inulin  merupakan  salah  satu  polisakarida  yang  dapat  digunakan  sebagai  bahan  baku  untuk pembuatan high  fructose  syrup(HFS)  dengan  cara  dihidrolisis  menjadi  bentuk  monomer  berupa  fruktosa  dengan  menggunakan enzim  inulinase.  Produksi  enzim  inulinase  di  Indonesia  masih  mengandalkan  impor  dan  terbatas  sehingga  diperlukan  eksplorasi penghasil  enzim  inulinase  seperti  dengan  memanfaatkan  khamir  inulinolitik  yang  diperoleh  dari  ampas  tebu.  Ampas  tebu merupakan salah satu material yang memiliki potensi besar sebagai penyedia sumber karbon berupa inulin yang dapat mendukung pertumbuhan  khamir  inulinolitik.  Berdasarkan  kajian  literatur,  ditemukan  khamir  yang  sangat  potensial  pada  ampas  tebu  serta memiliki  aktivitas inulinolitik  seperti Kluyveromyces  marxianus.  Bagian  tanaman  sebagai  bahan  baku  yang  memiliki  kandungan inulin  tertinggi  adalah  umbi  dahlia.  Optimalisasi  aktivitas  inulinase  pada  khamir  pada  ampas  tebu  dapat  dilakukan  dengan penambahan ion logam Ca2+ sebagai kofaktor. 

 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Inovasi penggunaan ion logam Ca2+ sebagai kofaktor dan penggunaan umbi dahlia sebagai substrat pada khamir inulinolitik pada ampas tebu berpotensi menghasilkan aktivitas enzimatik dalam jumlah yang tinggi dan meningkatkan kadar fruktosa untuk produksi gula rendah kalori pada skala industri.

 

Artikel jurnal ini secara lebih lengkap dapat diakses pada laman berikut:    https://ejournal2.undip.ac.id/index.php/niche/article/view/14111/7140 

×