Bogor — Kegiatan magang menjadi salah satu sarana penting bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam praktik nyata di dunia kerja. Hal ini juga dijalani oleh Mouline Afina Putri Heriyanto, mahasiswa Program Studi Bioteknologi angkatan 2023, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, yang melaksanakan magang di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor, dibawah bimbingan Ibu Sekar Pelangi Manik Putri, S.Si., M.Biotech.
Selama program magang, Mouline ditempatkan di Laboratorium Biologi Molekuler, dengan kegiatan utama berupa keterlibatan dalam riset rekloning kelapa sawit. Riset ini bertujuan untuk mendukung pemilihan material tanaman unggul dengan kadar karoten dan rendemen tinggi, yang dianalisis melalui pendekatan molekuler.
Dalam riset tersebut, Mouline berfokus pada analisis awal ekspresi gen yang berperan dalam proses biosintesis karoten dan pembentukan rendemen. Analisis dilakukan menggunakan metode Real-Time quantitative PCR (RT-qPCR). Tahapan yang dikerjakan meliputi isolasi RNA dari sampel buah kelapa sawit, sintesis cDNA, PCR, elektroforesis, hingga analisis ekspresi gen menggunakan Real-Time qPCR. Melalui rangkaian tahapan ini, dilakukan pengamatan terhadap sampel atau kode pohon tertentu untuk melihat potensi genetik yang berkaitan dengan karakter unggul tanaman.
Selain analisis berbasis RNA, kegiatan rekloning juga didukung melalui isolasi DNA dari daun kelapa sawit yang berasal dari blok pohon yang sama. Pada tahap ini, Mouline melakukan optimasi metode isolasi DNA menggunakan tiga modifikasi metode berbeda dengan tujuan memperoleh DNA dengan kualitas dan konsentrasi terbaik untuk kebutuhan analisis molekuler lanjutan.
Di luar kegiatan utama tersebut, Mouline juga terlibat dalam berbagai kegiatan pendukung laboratorium. Salah satunya adalah isolasi DNA dari sampel tanah, yang tergolong menantang karena tingginya kandungan senyawa pengganggu. Oleh karena itu, dilakukan tahap purifikasi untuk meningkatkan kemurnian DNA agar layak digunakan dalam analisis berikutnya.

Mouline juga mengikuti uji gula reduksi pada sampel molase untuk mengetahui kandungan gula sederhana, serta uji serat kasar menggunakan sampel pucuk tebu guna menganalisis kandungan serat bahan. Selain itu, ia turut terlibat dalam kegiatan subkultur jaringan eksplan kelapa sawit sebagai bagian dari teknik kultur jaringan tanaman. Kegiatan pendukung lainnya adalah optimasi primer yang digunakan dalam analisis molekuler. Tahapan ini penting untuk memastikan proses amplifikasi DNA berjalan optimal sehingga hasil analisis yang diperoleh lebih akurat dan dapat diandalkan.

Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan magang ini, Mouline memperoleh pengalaman berharga, baik dari segi keterampilan teknis laboratorium maupun pemahaman aplikatif konsep bioteknologi, khususnya dalam riset kelapa sawit. Ia juga belajar mengenai pentingnya ketelitian, konsistensi, serta penerapan prosedur kerja sesuai standar laboratorium. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Mouline dalam menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan studi di bidang bioteknologi, serta memberikan gambaran nyata mengenai peran bioteknologi molekuler dalam mendukung penelitian dan pengembangan komoditas kelapa sawit di Indonesia.
